Latest News

Kumpulan Opini Kompas: Arabisasi Dan Tantangan Bangsaa

ADJIE SURADJI

Eksistensi Negara Islam di Irak dan Suriah tiba-tiba mendunia. Keinginan memperluas kekuasaan dari Andalusia , Spanyol , hingga Jakarta , Indonesia , menjadi ambisinya.


Di Indonesia , inspirasi untuk mendirikan negara Islam-bagian dari imperium Theokrasi Arab-bukan hal baru. Diawali dengan berdirinya kerajaan Islam di Demak , berlanjut dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) , hingga Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yakni bukti hadirnya gerakan separatis yang ingin mendirikan negara Islam.

Sekarang lebih dari 15 kelompok ekstrem Islam di Indonesia ingin bersekutu dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) , dalam relasi dengan daulah Islamiyah-negara Islam-global.

Kelompok-kelompok tersebut di antaranya yakni Mujahidin Indonesia Barat (BIB) , Mujahidin Indonesia Timur (MIT) , Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) , hingga Laskar Jundullah. Mengapa para "Muslim pribumi" ini masih beranggapan bahwa Indonesia , Tanah Air mereka , sebagai dar-ul-harb alias medan perang?

Mengapa mereka ingin menerapkan aturan Islam , menjalankan tradisi budaya serta bahasa dan gaya Arab? Apakah kecintaan kepada Arab lebih besar dibandingkan kecintaan pada budaya dan Tanah Air sendiri?

Arabisasi

Dalam kajian fenomenologi , realitas sosial harapan menerapkan aturan Islam dan Arabisasi (menganut budaya Arab) yakni bentuk eksoterisme , yaitu sikap simbolistik yang menerjemahkan agama dalam simbol-simbol budaya.

Menurut Andree Feillard dan Remy Madinier dalam La Fin de l'Innocence , tak sedikit kaum intelektual yang mengaitkanfenomena Arabisasi dalam kehidupan umat Islam di Indonesia sebagai proses geopolitik , di mana fase radikalisasi keagamaan memang tengah terjadi di Indonesia.

Ada dua indikasi yang menandai fenomena Islam radikal semenjak selesai Orde Baru hingga sekarang. Pertama , penyederhanaan ideologi. Kedua , manipulasi politik yang bermetamorfosis Islam politik dengan pengaderan terorganisir-melalui pengajaran mudah kepercayaan negara-agama.

Namun , apakah benar dengan mencontoh kebiasaan atau berkiblat kepada budaya Arab , lantas dapat meningkatkan kesalehan insan Islam Indonesia?

Ternyata , budaya Arab berbeda dengan fatwa Islam. Arabisasi yakni praktik mempertontonkan diri demi memengaruhi masyarakat untuk menjadi bersikap dan berbudaya , menyerupai orang Arab. Sedang fatwa Islam mempunyai sifat "shalihun likulli zaman wa makan". Artinya , Islam relevan untuk segala zaman dan tempat.

Sebagai ilustrasi , perkara korupsi yang menjerat 325 kepala dan wakil kepala tempat , 76 anggota dewan perwakilan rakyat dan DPRD , serta 19 menteri dan pejabat forum negara (Kompas , 24/12/2014) , yakni pola dikala Islam hanya menjadi topeng kesalehan.

Bahkan , ditahannya Suryadharma Ali (mantan Menteri Agama) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2012-2013 , yakni bukti sekaligus penegasan bahwa tak sedikit penyelenggara negara yang terserang Arabisasi: hanya mencontoh kebiasaan atau berkiblat kepada budaya Arab , namun tak menjalankan fatwa Islam secara baik dan benar.

Kalau Islam tidak lagi menjadi tuntunan etika dan spiritual , apa arti agama bagi mereka?

Pendekatan Arabisasi secara masif , menyerupai pemberlakuan penggunaan jilbab bagi anggota Polisi Wanita (Polwan) menurut Keputusan Kapolri Nomor: 245/III/2015 , juga tidak menjamin dapat meng-hijab sikap pemakainya.

Bahkan , dari banyak sekali sumber riset yang dilakukan BPS , CRCS UGM , Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan Mercy Mission-setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir-pertumbuhan Islam di Indonesia justru menurun. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa Arabisasi-pendekatan dengan memakai simbol-simbol budaya Arab-tidak efektif jikalau tidak diikuti keteladanan sikap moral.

Semakin berat

Islam Indonesia yakni Islam yang moderat "tawasuth" , tidak ekstrem. Hal itu dibuktikan dengan Islam yang menjunjung tinggi multikulturalisme "tasamuh" dan Muslim yang menyayangi Tanah Airnya , bukan menyayangi tanah di Jazirah Arab. Maka , penting bagi Muslim Indonesia memahami "hubbul wathan minal iman" , cinta Tanah Air yakni sebagian dari iman.

Menjadi Muslim yang baik berarti menjadi warga negara yang loyal kepada NKRI , menjunjung tinggi nasionalisme dan Pancasila. Sesungguhnya bangsa Indonesia tak perlu mengekor budaya bangsa lain (Arabisasi).

Eksistensi beberapa kelompok ekstrem Islam-berkiblat kepada budaya Arab , ingin bergabung dengan NIIS atau bahkan ingin menegakkan daulah Islamiyah , harus disikapi dengan bijak. Artinya diadaptasi dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Kultur pun mengacu filosofi dasar bangsa Indonesia , yaitu anti kekerasan.

Tidak identik

Oleh alasannya yakni itu , fatwa Islam tidak serta-merta dapat di identikkan dengan budaya Arab. Namun , perlu disadari bersama bahwa di Indonesia masih banyak orang Islam yang lebih gemar mempertontonkan budaya Arab daripada menjalankan fatwa Islam secara baik dan benar.

Ke depan , tantangan Islam semakin berat. Hasil riset yang menyatakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir pertumbuhan Islam di Indonesia menurun-tak boleh dianggap enteng.

Bagaimana pun , kehidupan telah memasuki terra incognito-daerah tak dikenal; wilayah masa depan yang tak terpetakan (Alfin Toffler). Di kurun globalisasi-era info global (Third Industrial Revolution) apa pun dapat terjadi. Adanya sebutan Islam Modern dan Islam Tradisional , Islam Moderat dan Islam Fundamental , tidak seharusnya menjadi pembeda. Pengembangan budaya Islam harus tetap bersumber pada Al Quran.

Banyaknya pribumi (Islam) yang lupa jati diri dan nasionalismenya sebagai warga masyarakat Indonesia-dengan berpakaian , berbicara , bergaya , dan berperilaku , menyerupai warga Jazirah Arab-pantas dikasihani.

Sikap hati-hati terhadap infiltrasi budaya absurd yang dapat mengaburkan identitas bangsa yakni langkah bijak.

Selamat berpuasa.

Adjie Suradji; Alumnus Fakultas Sains , Universitas Karachi , Pakistan

0 Response to "Kumpulan Opini Kompas: Arabisasi Dan Tantangan Bangsaa"

Total Pageviews